Bukti Bahwa Puasa Itu Menyehatkan
Bukti Bahwa Puasa Itu Menyehatkan. Dengan berpuasa dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Menurut Dokter Luki Agustina SpPD dan ahli gizi Hendarmoko Budi SKM sejumlah Bukti tentang berpuasa. Seperti dikutip oleh jpnn.com.
Mempercepat Proses Pembersihan Sampah dari sel rusak dan mati. Tubuh punya proses pembersihan produk sampah yang berasal dari sel rusak dan mati. Proses ini disebut autophagy. Berpuasa dapat melancarkan atau mempercepat proses ini agar tubuh selalu ”bersih”. Kegagalan autophagy dipercaya para ilmuwan memicu penyakit kronis yang muncul karena usia makin tua.
Dengan Berpuasa Dapat mengurangi Masuknya Racun. David Katz MD MPH dari Prevention Research Center, Yale University, mengungkapkan bahwa puasa dapat mengurangi masuknya racun. Setiap hari organ-organ seperti liver, ginjal, dan limpa bekerja keras membuang racun agar sel tetap sehat. Saat berpuasa, kita memberi mereka waktu istirahat. Usahakan hindari mengonsumsi makanan yang tidak sehat dalam jumlah banyak.
Depat mengatasi naiknya Asam Lambung. Para penderita mag atau asam lambung bermasalah tidak perlu berkecil hati karena masih bisa berpuasa. Rokok, kopi, alkohol, dan stres sangat memengaruhi naiknya asam lambung. Dengan berpuasa, kita menjaga emosi agar stabil. Otomatis asam lambung juga ikut stabil. Selepas berpuasa, kebiasaan itu dilanjutkan agar terus stabil.
Dapat mengurangi Lemak dalam Tubuh. Saat makan, tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk digunakan sebagai sumber energi. Glukosa diserap dari sistem pencernaan dan diedarkan lewat darah. Saat berpuasa, pasokan glukosa akan turun sehingga tubuh mengambil glukosa cadangan, yakni glikogen. Massa otot dilindungi hormon HGH yang mendorong pembakaran lemak. Tubuh pun mulai membakar lemak sebagai ganti sumber energi.
Dapat Menurunkan Risiko Diabetes Utah University melakukan penelitian terhadap 200 orang. Selama sebulan satu kelompok berpuasa dan kelompok lainnya tidak. Setelah itu, mereka diperiksa. Hasilnya, sebagian besar kelompok yang berpuasa hanya 58 persen berisiko terkena diabetes. Sementara itu, kelompok lain punya risiko yang lebih tinggi. Menurut rilisnya, puasa mencegah sakit jantung dan resistensi terhadap insulin. Pada studi yang lebih kecil, 30 orang yang rajin berpuasa memiliki gula darah yang cenderung stabil dan normal daripada yang tidak berpuasa.
| foto : punyasaya.co |
Mempercepat Proses Pembersihan Sampah dari sel rusak dan mati. Tubuh punya proses pembersihan produk sampah yang berasal dari sel rusak dan mati. Proses ini disebut autophagy. Berpuasa dapat melancarkan atau mempercepat proses ini agar tubuh selalu ”bersih”. Kegagalan autophagy dipercaya para ilmuwan memicu penyakit kronis yang muncul karena usia makin tua.
Dengan Berpuasa Dapat mengurangi Masuknya Racun. David Katz MD MPH dari Prevention Research Center, Yale University, mengungkapkan bahwa puasa dapat mengurangi masuknya racun. Setiap hari organ-organ seperti liver, ginjal, dan limpa bekerja keras membuang racun agar sel tetap sehat. Saat berpuasa, kita memberi mereka waktu istirahat. Usahakan hindari mengonsumsi makanan yang tidak sehat dalam jumlah banyak.
Depat mengatasi naiknya Asam Lambung. Para penderita mag atau asam lambung bermasalah tidak perlu berkecil hati karena masih bisa berpuasa. Rokok, kopi, alkohol, dan stres sangat memengaruhi naiknya asam lambung. Dengan berpuasa, kita menjaga emosi agar stabil. Otomatis asam lambung juga ikut stabil. Selepas berpuasa, kebiasaan itu dilanjutkan agar terus stabil.
Dapat mengurangi Lemak dalam Tubuh. Saat makan, tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk digunakan sebagai sumber energi. Glukosa diserap dari sistem pencernaan dan diedarkan lewat darah. Saat berpuasa, pasokan glukosa akan turun sehingga tubuh mengambil glukosa cadangan, yakni glikogen. Massa otot dilindungi hormon HGH yang mendorong pembakaran lemak. Tubuh pun mulai membakar lemak sebagai ganti sumber energi.
Dapat Menurunkan Risiko Diabetes Utah University melakukan penelitian terhadap 200 orang. Selama sebulan satu kelompok berpuasa dan kelompok lainnya tidak. Setelah itu, mereka diperiksa. Hasilnya, sebagian besar kelompok yang berpuasa hanya 58 persen berisiko terkena diabetes. Sementara itu, kelompok lain punya risiko yang lebih tinggi. Menurut rilisnya, puasa mencegah sakit jantung dan resistensi terhadap insulin. Pada studi yang lebih kecil, 30 orang yang rajin berpuasa memiliki gula darah yang cenderung stabil dan normal daripada yang tidak berpuasa.
0 Response to "Bukti Bahwa Puasa Itu Menyehatkan"
Post a Comment